Kp. Assalam Rt.05/01 Kel. Ciakar Kecamatan Cibeureum Kota Tasikmalaya 46196 - Contact (24 Jam): 0265-9213313 - Hp.085324457382

Jas Koko Eksklusif

150.000
Bahan Dasar : Bahan dari Polester, merek tessa atau karini
Border          : Motif sejenis di samping
Warna           : Biru Dongker
Harga /ps      : Rp. 150.000,-
Harga /kodi   : Rp. ,- Negosiasi.

Busana Muslim Jas koko terbaru lengan panjang dengan saku atas, rapih untuk dipakai ke acara-acara formal, seperti berbusana untuk pengajian, undangan pernikahan, sunatan atau acara-acara resmi lainnya.
Inilah  Jas koko terbaru dengan persediaan yang terbatas. Khusus untuk resseler atau yang mau jual lagi kami menyediakan harga spesial dengan membeli minimal 1 kodi (20 pcs)  Jas koko terbaru 2013  ini.

Untuk transaksi silahkan klik Cara Pemesanan.

Model Jas Koko di bawah ini berwarna merah bata bahannya sering disebut dengan bulu kuda, entah mengapa orang menyebutnya seperti itu.
Untuk 
Model Jas Koko seperti ini dengan kualitas jahitan lengan yang rapih layaknya menjahit jas resmi kami jamin kenyamanan dan kebanggaan untuk yang memakainya.

Kenyamanan tersebut terasa karena membuatan Model Jas Koko seperti ini menggunakan lapisan dalam berupa puring yang terbuat dari bahan hero dengan kualitas nomor satu. 

Pembuatan 
Model Jas Koko ini melalui tangan penjahit jas profesional yang telah profesionalnya spesialis penjahit Jas Koko . 


Sekilas tentang JASKO BAJU KOKO di Indonesia

Sekarang ini sudah tidak asing lagi seorang pria yang hendak pergi ke mesjid mamakai baju khusus yang dikenakannya, umumnya para pria lebih menyukai keseragaman dalam berjama'ah. Secara tidak sengaja berdasarkan kultur mereka banyak menggunakan model baju yang sering kita sebut dengan Baju Koko atau Baju Taqwa.


Pada deskripsi jasko gaul berwarna biru dongker ini kami akan sedikit menyampaikan terlebih dahulu tentang asal mula masyarakat muslim Indonesia memakai baju ini dan memberi label nama pakaian takwa.

Perlu diketahu bahwa sejarah datangnya baju ini bukan dari timur tengah atau negara Arab yang menjadi cikal bakal datangnya Islam ke Indonesia, justru datangnya dari China dan kebudayaan china sebagai dasar lahirnya baju koko (sebelum ada jasko).

Pakar fashion JJ. Rizal baju koko ini berasal dari baju tui-khim. Baju koko pria dan menurut penelitiannya, terlahirnya pakaian koko ini dari masyarakat budaya Tionghoa, sebab mereka umumnya memakai pakaian tanpa kancing, atau kalaupun mereka mau pakai kancing sebangsa bungsel pala capung.

Lalu yang menjadi pertanyaan selanjutnya adalah mengapa pakaian ini beralih nama menjadi  baju koko. Dijawab oleh Remy Sylado, sebab pakaian tersebut bernama baju koko itu dikarenakan yang pertama kali memakainya adalah tui-khim yaitu engkoh-engkoh, yang merupakan sebutan khusus bagi laki-laki Tionghoa, maka baju ini ini pun disebut baju engkoh-engkoh. Entah karena tidak bisa menyebut engkoh-engkoh atau mungkin hanya untuk menyikat kata saja maka tiba-tiba sebutan ini berganti menjadi KOKO (singkatnya baju yang biasa dipakai orang Tionghoa dalam sehari-hari)


Sejarah Lahirnya Baju Taqwa

Baju taqwa ini sejarahnya hampir mirip dengan baju koko, perbedaannya terletak dari siapa yang menjadi pelopor pemakainya di awal sejarah munculnya pakaian tersebut.
Bila baju koko itu berasal dari daratan Tionghoa China, sementara baju Taqwa datangnya dari tradisi budaya adat kebudayaan tanah Jawa, pelopornya para sunan diantaranya Sunan Kalijaga. Sebagaimana dimaklumi bersama bahwa Sunan Kalijaga ini kerapkali mendakwahkan Islam dengan cara seni dan salah satunya seni fashion dengan memperkenalkan serta memasyarakatkan model baju tersebut dengan istilah nama Baju Taqwa. 

Baju ini merupakan hasil modifikasi dan pakaian yang berasal dari baju Sujan, yang merupakan pakaian tradisional Jawa yang biasa dipakai sehari-hari oleh kaum laki-laki di tawanh Jawa. Secara Etimologi kata Sujan diambil dari kata Su dan Ja yang berarti nglungsur wonten jaja (meluncur melalui dada) sehingga bentuk depan dan belakang panjang.

Adalah Sunan Kalijaga, seperti dijelaskan Achmad Chodjim dalam bukunya, Sunan Kalijaga: Mistik dan Makrifat, yang pertama kali memodifikasi sujan menjadi baju takwa (yang sering disamakan dengan baju koko murah). Dalam penampilannya, Sunan Kalijaga memang tidak menggunakan pakaian sebagaimana yang lazim digunakan tokoh-tokoh wali pada masa itu, namun lebih suka menggunakan baju model ini, yaitu baju jas model Jawa dengan kerah tegak dan lengan panjang.Surjan yang semula lengan baju pendek, diganti dengan lengan panjang. Dengan kreasi semacam ini Sunan Kalijaga mengajarkan Islam tanpa menimbulkan konflik di tengah masyarakat.

Baju ini bukan sekadar baju, namun memiliki makna yang cukup dalam yang disematkan di dalamnya. Simbol-simbol ini bersatu padu dengan simbol-simbol yang khas jawa. Baju ini pada lehernya terdapat tiga kancing yang melambangkan iman, islam dan ihasan. Sementara tiga kancing yang terdapat pada bahu kanan dan bahu kiri melambangkan dua kalimat syahadat. Enam kancing yang terdapat pada kedua lengan kiri dan kanan melambangkan rukun iman. Dan lima kancing depan melambangkan rukun Islam. Baju ini memiliki kerah yang tegak sebagaimana lazim kita jumpai pada baju koko